Selasa, 11 Januari 2011

WikiLeaks: AS=Penjajah, Para Penguasa Muslim Pelayannya

Wikileaks kembali menghebohkan saat membocorkan ribuan dokumen berisi kawat diplomatik dari kedutaan-kedutaan besar dan konsulat AS di seluruh dunia. Wikileaks mengklaim memiliki lebih dari 251.000 dokumen meski sampai saat ini (21/12) baru sekitar 1824 dokumen yang dimuat di lamannya. Sebagian dokumen itu juga kemudian dimuat oleh media lain seperti The Guardian Inggris, New York Times di AS, El Pais Spanyol, Der Spiegel Jerman, dan lain-lain. Dokumen-dokumen yang dibocorkan itu berisi pembicaraan para diplomat AS di berbagai negara tentang berbagai masalah, mulai dari masalah yang serius dan rahasia sampai masalah kecil.
Pembocoran dokumen-dokumen itu tak urung membuat para pejabat AS sibuk mengatasi dampaknya yang mungkin timbul. Meski demikian, sampai saat ini dampaknya belum terlalu besar dan mudah diatasi oleh AS.
Jika dicermati, tampak bahwa pembocoran dokumen-dokumen itu tidak terlepas dari pertarungan global negara-negara penjajah Barat, terutama antara AS dan Eropa (khususnya Inggris), ditambah dengan keterlibatan Israel. Inggris dan Israel, kemungkian berperan banyak dalam pembocoran ribuan dokumen itu. Pasalnya, dari ribuan dokumen itu, tak ada satupun dokumen yang merugikan Inggris ataupun Israel. Wikileaks menegaskan akan kembali mempublikasikan ratusan ribu dokumen rahasia lainnya ke depan, termasuk yang berasal dari Kedubes AS di Tel Aviv, Israel. Surat kabar Ha’aretz Jumat (26/11), mengutip seorang diplomat Zionis Israel, mengatakan, “Ada banyak dokumen yang dikirim ke Washington dari Kedutaan Amerika di Israel yang meliputi berbagai informasi, laporan, artikel dan dokumen diplomasi. Bahkan berbagai penilaian dari Kedutaan juga masuk dalam dokumen yang dimaksudkan untuk diterbitkan.”

Koalisi Anti Utang: Sampai Tujuh Turunan RI Sulit Lunasi Utang

Jumlah utang Indonesia terus bertambah, membuat tak seorang pun yang bisa memprediksi kapan Indonesia bisa melunasi utang-utangnya. Terlebih lagi jumlah utang yang dibayarkan dengan jumlah utang baru relatif sama-sama besar.
“Saya rasa tidak ada yang bisa memprediksi kapan negara bisa melunasi utangnya jika tidak ada tindakan untuk mengurangi utang. Bayar besar, utang juga besar. Sampai tujuh turunan saya-pun kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, negara tidak akan bisa melunasi utangnya,” ungkap Ketua Koalisi Anti Utang Dani Setiawan.
Menurut Dani, ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh pemerintah untuk mengurangi utang negara. Salah satunya adalah dengan meng-audit jumlah utang negara. Ia menambahkan bahwa harus ada audit terhadap proyek-proyek dari utang sehingga ada upaya negosisasi untuk penghapusan utang.
Hal ini dikarenakan ada beberapa utang yang digunakan untuk melaksanakan proyek, namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Setelah ada penghapusan utang, bisa dilakukan relokasi dana, misalnya untuk subsidi pendidikan. Melalui subsidi-subsidi tersebut, maka akan bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
Dani juga mengungkapkan bahwa jika dihitung, penambahan nominal pada 2009-2010 utang negara bertambah sebanyak Rp 65-75 Triliun dan tahun 2011 bisa bertambah lagi jumlahnya. Kondisi seperti ini akan terjadi karena pemerintah mengandalkan penerbitan surat berharga yang jumlahnya besar. Hal ini dinilai sama dengan membunuh perekonomian rakyat.
Di dalam APBN 2011, pembayaran utang negara (cicilan pokok+bunga utang) meningkat menjadi Rp 247 triliun, naik Rp 10 triliun bila dibandingkan 2010. Pembayaran utang tersebut menyerap pendapatan negara yang seharusnya digunakan untuk rakyat, misalnya saja untuk anggaran subsidi pendidikan dan bahan bakar minyak (BBM).

Minggu, 02 Januari 2011

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Sabtu, 25 Desember 2010

Timnas Diimbau Pakai Pita Hitam

Masyarakat Aceh berharap agar kesebelasan sepak bola Indonesia memakai pita hitam di lengan pada saat bertanding melawan Malaysia, 26 Desember nanti. Sebab, pertandingan final leg pertama Piala ASEAN Football Federation (AFF) bertepatan dengan enam tahun peristiwa tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam.
Hal tersebut dikatakan oleh Thamren Ananda, Sekjen Partai Rakyat Aceh (PRA).
"Aksi hening cipta dan mengikat pita hitam di lengan merupakan bentuk penghormatan terhadap korban tsunami. Ini juga menjadi pertanda bahwa solidaritas di antara rakyat Indonesia terus tumbuh. Apalagi setelah tsunami, banyak pula warga Aceh yang tinggal dan bekerja di Malaysia," kata Thamren Ananda.
Pertandingan final Piala AFF yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, itu diperkirakan bakal disaksikan 15.000 warga Indonesia yang tinggal di Malaysia. Dukungan dari luar stadion diperkirakan juga akan tinggi mengingat saat ini, ratusan ribu orang Indonesia tinggal dan bekerja di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya.
"Sudah selayaknya tim nasional kita sedikit sensitif untuk menghormati ratusan ribu korban meninggal pada peristiwa tsunami enam tahun lalu," ucap Thamren.

Bukti Nyata Pemanasan Global


Cuaca dan udara yang biasanya panas pada musim panas kali ini digantikan udara dingin dari laut selataPara ilmuwan menegaskan, badai salju dan suhu dingin ekstrem yang melanda Eropa akhir-akhir ini adalah efek langsung dari pemanasan global. Anomali iklim tersebut masih mengakibatkan gangguan transportasi , pada saat jutaan warga Eropa bersiap mudik untuk merayakan Natal di kampung halaman.
Para peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (Potsdam-Institut für Klimafolgenforschung/PIK) di Jerman mengatakan, musim dingin ekstrem yang terjadi berturut-turut di benua Eropa dalam 10 tahun belakangan ini adalah akibat mencairnya lapisan es di kawasan Artik, dekat Kutub Utara, akibat pemanasan global.
Hilangnya lapisan es membuat permukaan laut di Samudra Artik langsung terkena sinar matahari. Energi panas matahari, yang biasanya dipantulkan lagi ke luar angkasa oleh lapisan es berwarna putih, kini terserap oleh permukaan laut, membuat laut di kawasan kutub itu memanas dan mengubah pola aliran udara di atmosfer.
Dalam model komputer, yang dibuat PIK dan dimuat di Journal of Geophysical Research awal bulan ini, terlihat kenaikan suhu udara di lautan Artik tersebut menimbulkan sistem tekanan tinggi. Sistem tekanan tinggi inilah yang membawa udara dingin kutub ke daratan Eropa.
”Anomali ini bisa melipat tigakan probabilitas terjadinya musim dingin yang ekstrem di Eropa dan Asia utara,” ungkap Vladimir Petoukhov, fisikawan dan peneliti utama PIK.

Jumat, 24 Desember 2010

Sejuta Turis ke Prambanan


 
PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan menyatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan sejak Januari hingga pekan ketiga Desember 2010 mencapai 1.028.649 pengunjung. Jumlah ini setara dengan 86 persen target sebanyak 1.200.000 pengunjung.
”Sejak Januari hingga 20 Desember, jumlah wisatawan Nusantara mencapai 881.116 orang, sedangkan mancanegara mencapai 130.802 orang. Pengunjung paket Candi Prambanan-Ratu Boko mencapai 16.731 orang,” kata Kepala Seksi Operasional Unit Candi Prambanan, Wiharjanto.
Menurut Wiharjanto, angka kunjungan wisatawan tertinggi terjadi September, bertepatan libur Idul Fitri dengan jumlah wisatawan mencapai 20.000 orang dalam sebulan.
”Jika cuaca baik dan ada geliat wisatawan untuk berlibur ke Yogyakarta, kami yakin target dapat tercapai di masa libur akhir tahun ini,” katanya.
Wiharjanto mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan mulai naik sejak 12 Desember. Bahkan pada Minggu, 19 Desember, pengunjung mencapai 7.000 orang.

Sabtu, 11 Desember 2010

Bachdim Hafal "Indonesia Raya" Cuma 2 Jam



Ekspresi pemain Indonesia, Irfan Haarys Bachdim, usai mencetak gol.
Meskipun belum genap setahun tinggal di Indonesia, penyerang timnas Indonesia, Irfan Bachdim, mengaku sudah hafal lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Bahkan, ia mengaku menghafal lagu ciptaan WR Supratman itu hanya dalam waktu dua jam saja.
"Aku hafal lagu tersebut. Aku menghafalnya hanya dalam waktu dua hingga tiga jam. Kebetulan lagu itu ada di handphone-ku," ungkap penyerang Persema Malang itu.
Bachdim sudah dua kali menyanyikan lagu "Indonesia Raya" di lapangan. Pertama, saat menjelang pertandingan melawan Malaysia. Bachdim juga menyanyikan lagu kebangsaan sebelum Indonesia bertemu Laos.
Bachdim menjadi satu-satunya pemain keturunan yang berada di dalam skuad "Merah Putih". Kecintaannya pada Indonesia dia persembahkan dengan menunjukkan aksi-aksi gemilang. Sejauh ini, penyerang berusia 22 tahun itu telah mengemas dua gol pada ajang Piala AFF 2010. Bahkan, lambat laun, ia sudah menjadi idola pencinta sepak bola.
Bachdim akan kembali mempertontonkan kebolehannya saat bertemu Filiphina dalam laga pamungkas Piala AFF 2010,