Pagi ini sungguh luar biasa, aku kembali merasakan dunia luar, dunia yang indah dengan segala kebebasan yang menyertainya. Setelah beberapa minggu terkurung di asrama karena konsinering dari resimen, membuat pikiran ini semakin penat, setrees melanda diri ini dan sakit menyerang tubuh yang siap dimasuki beberapa virus. Namun sejak keluar, badan terasa bugar kembali, serasa pikiran ini juga terbebas dari segala tekanan yang ada di asrama. Entah mengapa, kemarin di asrama begitu tertekan, semua keadaan tidak mampu membangkitkan gairahku untuk bersemangat menghadapi hari. Kalaupun sudah bersemangat, hanya sekejap dan kembali keringat dingin mengucur dari wajahku yang dingin. Semangat itu padam dan berganti pucatnya wajah ini yang bertahan menahan lemahnya raga yang tergerogoti lesu dari dalam diri. Ah sudahlah itu semua kemarin, dan hari ini aku sudah kembali dengan keadaanku yang sempurna. Siap pulang ke rumah untuk bertemu keluarga dan teman-temanku yang siap menyambutku :-))
Sekumpulan anak-anak SMA yang membuat hidupnya lebih bermakna setelah merasakan bagaimana manis pahitnya hidup selama satu tahun bersama.
Rabu, 23 Januari 2013
Minggu, 29 April 2012
Pagi di Surabaya
Pagi hari di kota Surabaya, pengalaman pertama di kota pahlawan. Setelah tiba di sini dini hari, malahan ngga bisa tidur. Setelah shalat subuh dilanjutkan jalan-jalan ke pusat kota. Keluar dari hotel sudah disapa dengan mall Pasar Atum, bangunannya dari luar terlihat besar dengan dua tempat parkir yang berada di samping kanan dan kirinya. Tapi saat itu mall tersebut belum buka. Lanjut lagi jalan-jalan yang tak tau tujuannya dan ditemani orang ngga jelas pula.
Di Surabaya jalanan sangat ramai, banyak jalan yang dikhususkan untuk satu arah saja. Kerja polisi di sini cukup banyak, apalagi dengan banyaknya rute jalan yang padat. Dengan sigap mereka mengatur lalu lintas yang lalu lalang tiada henti.
Masih menelusuri jalanan yang tampak seperti pasar tumpah ini, di pinggir jalan banyak sekali pedagang baju yang sedang menjajakan dagangannya. Baju, celana, jaket, topi dan berbagai jenis lainnya yang diexport dari luar negeri kemudian dijual lagi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan pakaian baru, harga barang-barang itu terbilang sangat miring. Dengan barang bermerk yang kondisinya masih layak pake kadang kita dapat membelinya dengan harga 20 ribu. Di sepanjang jalan yang tak tau namanya ini sangat ramai dikunjungi warga yang ingin dapat pakaian bagus dengan harga murah. Berbagai pernak-pernik khas Surabaya juga dijual, ada kaos dengan tulisan "i love Surabaya" sampai "wisata cinta dolly Surabaya". Tulisan ini bikin ngakak kami berdua.
Di sisi jalan juga ada penjual sate madura. Namanya agak aneh sih, "sate kelapa Madura". Dilihat dari pembeli yang antri untuk mendapatman sepiring sate ini, sepertinya satenya enak. Kami coba memesannya.
"pak sate dua porsi", kataku dengan bahasa Indonesia yang berlogat Klaten.
"Dua porsi? Dua tusuk?"
Waduh, kayaknya bapaknya bingung, ngga pernah denger kata porsi pak atau salah denger dengan kursi.
"Dua porsi pak"
"Dua porsi? Berapa? Dua piring?"
"Iya pak, dua piring, dimakan di sini ya pak".
Satenya cukup aneh, dagingnya sapi dengan balutan kelapa parut betwarna kuning. Disajikan dengan nasi dan sambal kacang yang sudah dicampur dengan bawang merah serta cabai. Di atas nasi ditaburi semacam parutan kelapa yang sudah dimasak mirip srundeng -parutan kelapa yang disangrai dan dibumbui- tapi warnanya agak orange. Setelah sampai di mulut, terasa enak sekali, ada rasa yang khas dari sate ini. Harga untuk sepiring hanya 6 ribu.
Lanjut ke tugu pahlawan yang berada di depan kantor gubernur Jawa Timur. Karena hari itu hari kerja suasana di sana sepi, hanya anak SD yang berolahraga di lapangan. Sebentar di sana mengabadikan diri di tugu pahlawan. Lanjut foto di depan kantor gubernur Jawa Timur.
Sabtu, 28 April 2012
Perjalanan Surabaya
Malam hari sebelum berangkat ke Surabaya untuk menghadiri undangan psikotes yang diadakan PPA BCA, sudah kusiapkan semuanya mulai dari pakaian ganti sampai buku soal-soal psikotes. Malam itu rencananya kami -aku dan Sandi- berangkat dari Klaten jam 8 malam. Tepat waktu, Sandi bersama dengan ayahnya -Babe- dan kakak sepupunya -Mas Heru- datang menghampiriku di rumah Tegal Sepur. Membawa sebuah tas ransel yang berisi baju dan sebuah tas kecil berisi sepatu. Malam itu perjalanan masih biasa saja. Sampai jam 12an Babe mengajak kami makan di warung penyetan di daerah Nganjuk. Kami memesan 1 ayam goreng dan 3 bebek goreng. Sebenarnya penjual itu sudah kehabisan persediaan nasi untuk 4 orang. Akhirnya salah seorang dari mereka membeli nasi di warung lain terlebih dahulu. Kami saat itu menunggu agak lama, air panas juga sedang dididihkan. Sampai akhirnya pesanan kami disajikan, tapi sambal yang disuguhkan sangat berbeda dengan sambal khas penyetan Klaten. Sambal yang disajikan semacam sambal tomat dengan campuran bawang merah. Rasanya seperti bumbu nasi goreng. Tapi dagingnya lumayan enak.
Sampai di kota Surabaya sekitar jam 3 pagi. Saat itu kami belum tau tempat yang akan kami gunakan untuk tes PPA BCA. Yang kami tau hanya daerahnya, yaitu jalan Veteran. Di Surabaya banyak jalan satu arah dan itu membuat kami bingung menentukan jalan yang harus kami lewati. Dua kali kami mengelilingi Tugu Pahlawan -Heroes Monument- karena sebelumnya kami salah jalur. Dengan berbekal google maps yang ada dilayanan smartphone, kami menelusuri kota Surabaya yang masih sepi. Sampai akhirnya ketemu jalan Veteran yang berada di sebelah kanan Jembatan Merah berpagar gedung indah. Pelan-pelan kami melihat satu persatu bangunan yang ada di jalan Veteran. Di depan gedung BCA terdapat pos satpam yang penjaganya masih tertidur. Kami turun dari mobil dan menanyakan kebenaran pelaksanaan tes PPA BCA. Ternyata tempatnya memang benar di sana, tepatnya di lantai 7 ruang 702-704.
Setelah menanyakan tempat tes, kami juga menanyakan tempat penginapan yang dekat dengan jalan Veteran. Tapi setelah dicari ternyata tidak ditemukan hotel di dekat jalan Veteran. Tanya lagi kepada seorang yang ada di sebuah warung kopi dan dia menunjukkan kalau di jalan Stasiun Kota ada hotel yang lumayan murah. Masuk ke halaman hotel sepertinya ini kelas melati. Tapi tak apalah yang penting ada tempat untuk beristirahat sejenak. Harga yang ditawarkan untuk 1 kamar dengan 2 tempat tidur seharga Rp 88.000,00 dengan fasilitas kamar mandi dalam. Sedangkan yang kamar seharga Rp 137.000,00 dengan 2 tempat tidur ditambah dengan AC. Terpilihlah kamar dengan fasilitas AC yang kami pilih.
Jumat, 20 April 2012
Hari ke-4 UN
19 April 2012
Hari ini semoga terakhir kali merasakan UN. Karena tahun depan sudah naik ke jenjang selanjutnya yaitu kuliah. Mata pelajaran yang diujikan hari ini kimia dan biologi, menu mantap sebagai desert UN tahun ini. Hasil belajar semalam hanya berbuah pada soal kimia, nasib buruk menimpa saat biologi. Dari 40 soal biologi hanya 15 soal yang yakin aku bisa, selebihnya sangat diragukan jawabannya. Setengah jam pertama masih semangat mengerjakan berbagai halangan dan rintangan seputar biologi, namun apa yang terjadi setelah itu sangat diluar dugaan. Rasa kantuk menyelimuti kepalaku, kepala semakin berat sampai akhirnya tertidur pulas. Lumayan deh buat obat ngantuk, walaupun hanya setengah jam tapi serasa berjam-jam. Terbangun masih ada waktu satu jam, padahal lembar jawab masih putih bersih tanpa noda. Terpaksa melamun lagi dengan segala imajinasi yang menghantuiku.
Hari ini terakhir UN, rasanya lega dan sangat menggembirakan. Semua rasa penat yang terus membayangi selama ini hilang sudah. Bel tanda selesai ujian pun dibunyikan, rasa gembira tak dapat dibendung lagi. Sembari menuggu bel pulang, pak Ranti selaku Wakasek Humas mengumumkan bahwa ada tim wartawan kompas yang datang meliput acara kami setelah selesai UN. Semua siswa peserta UN dikumpulkan di lapangan upacara untuk ikut serta acara penggalangan dana yang akan disumbangkan kepada yayasan anak terlantar. Cukup banyak uang yang dapat terkumpul dalam acara ini. Dari momen ini pula ungkapan kegrmbiraan diumbar semua, mulai dari berteriak sampai lompat tali. Bahkan Agung yang badannya kecil dilempar-lempar ke atas layaknya bola bekel. Seru dan asyik hari ini.
Tapi di antara keceriaan ini terdapat satu masalah yang masih mengganjal. Salah seorang teman ada yang berkhianat masalah jawaban UN. Ia menjual jawaban dari siswa kami ke sekolah lain dengan harga yang lumayanlah buat main selama libur akhir tahun pelajaran ini. Eh ternyata ini hanya kabar burung yang tak jelas burung yang mana.
Hari ke-3 UN
18 April 2012
Hari ketiga UN, begitu cepatnya UN berlalu. Besok hari terakhir UN dengan dua mata ujian yaitu biologi dan kimia. Tak dapat kubayangkan betapa beratnya besok. Menguras tenaga dan pikiran kalau perlu menguras hati sekalian.
Hari ini tak ada yang spesial di hari ketiga UN. Biasa-biasa saja bahkan hari ini tak ada rasa kalau tadi itu UN. Mungkin bisa dibilang hanya sekedar tryout, suasananya tak mendukung kalau ini UN. Mata pelajaran yang diujikan tadi adalah matematika. Lumayanlah dari 40 soal yang diberikan, aku hanya bisa mengerjakan 20 soal. Sebenarnya soal yang diberikan tidak terlalu sulit, tapi apa daya ingatanku tak sebagus Einsten jadi ya maklumlah kalau aku tak bisa mengerjakan semua.
Bicara soal UN tak lepas dari peran pengawas yang senantiasa menemani kami di ruang uji nyali. Mau pengawasnya laki atau perempuan yang penting kami tak gentar menghadapinya. Hari ini pengawas di kelas imersi lumayan bringas, belum dikasih saji sama yang punya jadi agak liar gitu. Si Adi ketahuan ngluarin hape dari lacinya seketika itu si ibu guru langsung pasang muka seram. Sebelum pasang muka seram pun udah pada kabur liat Anda bu. Tapi untunglah hape si Adi ngga diambil oleh bu Seram tadi. Sekian cerita tentang ibu Seram, jangan lama-lama ceritanya kasian ibunya nanti matanya kedutan terus
Hari ke-2 UN (2)
17 April 2012
Jam kedua di hari ini yaitu ujian fisika. Semalam sudah kusiapkan amunisi rumus dan soal dari lks semoga banyak yang mirip. Pengawas kali ini duo giant, ibunya gendut dengan paras agak seram dan bapaknya juga gendut tapi raut mukanya seperti orang ngantuk belum tidur beberapa minggu. Saat pembagian soal dan lembar jawab pun si ibu belum mengubah raut mukanya, mungkin dia pakai topeng biar raut mukanya tidak berubah dan keliatan menakutkan.
Dari 40 soal yang disediakan 30 soal bisa kukerjakan, lumayan berguna pengisian amunisi materi tadi malam. Eh tapi dari 30 soal beberapa kurang teliti dalam memilih jawaban, hingga perlu adanya koreksi lagi.
Ternyata benar dugaanku. Bapaknya tadi belum tidur seminggu. Setelah mengisi jurnal dan berita acara, si bapak menarik kursinya mendekati pintu masuk. Menyingkirkan beberapa tas siswa kemudian sandaran di kursi. Tak lama kemudian kepalanya tertunduk, matanya perlahan-lahan mulai terpejamkan. Pintar juga si bapak cari tempat dekat pintu agar bisa cari angin sepoi-sepoi. Tidurnya lama banget kayak beruang kutub lagi hibernasi karena ga kuat nahan lapar. Pasti lagi mimpi bidadari cantik ni si bapak, mimpiin si ibu pengawas yang gendut dengan topeng seramnya. Lari kejar-kejaran seperti adegan film India.
Kembali mengerjakan soal fisika yang begitu banyak jebakan ini. Dapay lagi jawaban final untuk mata pelajaran ini, segera kucocokkan dengan jawabanku. Sekali lagi prinsipku tetap jalan, yang hitam tetap hitam dan yang putih bisa saja jadi hitam. Pepatah ini aku dapatkan setelah melakukan penelitian bebetapa tahun tentang perubahan kulit, kulit hitam akan tetap hitam sedangkan kulit putih bisa saja jadi hitam kalau setiap hari berjemur di depan tungku pembakaran gerabah.
Lima menit sebelum bel, terlihat di sebelah selatan ada seorang cewek yang digotong ke uks. Sepertinya dia terjangkit virus pingsan karena tak kuat menahan derita mengerjakan soal ujian. Ternyata yang pingsan adalah Albeta siswi kelas 12 ips 3. Lain kali kalau sedang ujian dan mau pingsan ngomong dulu sama pengawasnya, biar membantu siswa yang lain.
Hari ke-2 UN (1)
17 April 2012
Hari kedua pelaksanaan UN 2012. Mata pelajaran yang diujikan untuk hari ini ada dua: Bahasa Inggris dan Fisika. Cukup menguras tenaga sampai siang.
Sekali lagi di pagi hari sudah ada sms kunci jawaban untuk bahasa Inggris. Jawaban tersedia untuk 5 paket soal. Namun kali ini kunci jawaban listening tidak ada, ya maklumlah kan di lembar soal tidak ada opsi pertanyaan untuk listening. Jika ditelisik lagi seandainya kunci jawaban itu benar, berarti dengan 35 jawaban yang dikirimkan (tanpa 15 jawaban listening) kita sudah mengantongi nilai 70. Itu kalau jawabannya benar, kalau salah ya jangan percaya.
Mulai pembagian soal dan lembar jawab untuk kali ini berjalan cepat. Jam 7.50 lembar jawab dan lembar soal sudah ada di meja kami. Lumayan menghemat waktu untuk pengisian identitas yang memerlukan ketelitian lebih karena bagian ini yang terpenting selain jawaban di lembar jawab. Seandainya ada kesalahan dalam mengisi identitas ini bisa berakibat fatal, bisa jadi kita tidak lulus gara-gara salah mengisi kode soal apalagi salah mengisi nomor peserta.
Saat itu pengawasnya sepasang laki-laki, yang satu agak tua dan satunya lagi cukup muda. Kedua pengawas iniu ramah terhadap kami, tidak ada rasa tegang jika dijaga oleh kedua pengawas itu.
Jam 8.10 soal listening mulai diperdengarkan lewat speaker yang berada di plavon kelas. Suara si cewek jelas terdengar, sedangkan suara si cowok tak begitu jelas. Kayaknya pas rekaman si cowol.sambil ngemut permen kali ya makanya suaranya ga jelas gitu. Selesai listening kemudian dilanjutkan mengerjakan soal selanjutnya, pertama dibuka masih semangat halaman berikutnya sudah loyo lihat bacaannya yang panjang kaya rel kereta. Mata melotot mengikuti alur cerita, tapi tetap saja malas membacanya apalagi kata-katanya sulit dipahami. Tapi ini ujian, mau tidak mau harus tetap dikerjakan kalau ingin lulus. Banyak jawaban beredar melalui sms, beberapa sms mengidentifikasikan jawaban yang berbeda membuat semakin bingung saja ini. Akhirnya pada keputusan diri sendiri, yang sudah terlanjur dihitamkan tak isah diganti. Selesai tepat waktu untuk hari kedua mata ujian pertama.
Selasa, 17 April 2012
Hari Pertama UN 2012
16 April 2012
Hari ini adalah hari pertama UN SMA sederajat. Pagi ini tak ada yang mendebarkan seperti UN SMP, mungkin sudah belajar akan pengalaman terdahulu dan tentu saja persiapan yang matang. Hari pertama ini dibuka dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Tiba-tiba jadi ingat perkataan Bu Diah (salah seorang guru Pkn yang menurutku syarat akan pengalaman mengajarnya), beliau mengatakan,"Kalau memang bangsa ini menghargai perjuangan para pahlawan seharusnya kita menjunjung bahasa Indonesia setinggi mungkin, kalau saat ujian semester itu harusnya bahasa Indonesia diujikan hari pertama dan jam pertama kemudian disusul Pkn karena kedua pelajaran itu sebagai dasar pembentukan insan berjiwa nasionalisme". Sungguh kata-kata itu masih teringat dalam benakku. Balik lagi ke hari pertama UN, sejak berangkat dari rumah tak ada perasaan takut ataupun was-was tidak bisa mengerjakan. Hanyalan perasaan tenang yang ada di jiwa.
Di sekolah ramai perbincangan isu kunci jawaban UN Bahasa Indonesia yang didapat dari Semarang sudah ada. Entah dari siapa itu, yang jelas sudah ada jawaban untuk 5 paket soal.yang akan diujikan nanti. Padahal waktu itu bel tanda masuk lelas belum dibunyikan, tentu ini merupakan tanda tanya besar akan kerahasiaan UN yang sangat dijaga kerahasiaannya bahkan saat pendistribusian paket soal ke beberapa daerah di seluruh Indonesia mendapat pengwalan ketat dari pihak kepolisian.
Para siswa dipersilahkan masuk ke ruang kelas masing-masing. Kebetulan aku mendapat jatah di ruang 4 bersama 19 temanku yang lain. Tidak seperti perkiraanku kalau pengawas sudah membagikan soal dan lembar jawab di meja kami masing-masing. Ternyata hal itu salah, pengawas masuk duluan lalu mempersilahkan peserta masuk meletakkan alat tulis di meja lalu menaruh tas dan HP di depan (di bawah papan tulis). Doa dipimpin langsung oleh bapak pengawas. Pembukaan segel amplop naskah soal dan lembar jawab disaksikan oleh peserta. Denah pembagian soal pun dicantumkan dalam amplop naskah soal itu. Salah seorang pengawas menuliskan denah pembagian soal di papan tulis lengkap dengan nomor meja peserta. Saat pembagian dimulai pengawas selalu menginstruksikan agar meneliti soal yang diterima agar mudah dikoreksi jika ada kekeliruan pembagian naskah soal. Sekali lagi pengawas menginstruksikan hal yang sama.
Sampai pukul 08.10 pembagian naskah soal dan lembar jawab usai, disusul dengan tanda tangan absensi peserta UN. Aturan yang rumit dan memakan waktu lama berujung waktu pengerjaan yang terpotong oleh kejadian tadi. Jadwal pengerjaan pukul 08.00 mundur 10 menit. Ini sangat merugikan untuk peserta.
Waktu pengerjaan selesai, siswa tidak langsung meninggalkan tuang ujian. Hal ini dilakukan mengingat tahun lalu ada oknum guru yang berbuat curang dengan mengirimkan jawaban UN dengan cara menjiplak jawaban yang trlah dikumpulkan ke pengawas ruang. Dan mulai tadi untuk menghindari kecurangan itu, peserta diimbau untuk tetap berada di ruangan sampai lembar jawab dimasukkan ke amplop dan tersegel rapi.
Jumat, 13 April 2012
Kisah Klasik
Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di
masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air
mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi
Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita
banggakan di hari tua
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk
masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti...
Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian
Kamis, 12 April 2012
Jabat Terakhir
Pertemuan pasti akan berkhir dengan perpisahan, inilah takdir Tuhan yang harus diterima oleh setiap insan manusia. Kita hanyalah segelintir manusia bodoh yang menangisi sebuah perpisahan, tapi tangisan ini tak bisa terbendung lagi. Inilah ungkapan yang harus dikeluarkan lewat hati ini. Mungkin memang perpisahan membuat kita belajar rasanya kehilangan sesuatu yang dulu bersama kita bercanda, tertawa, menangis, marah, kecewa, sedih dan sejuta perasaan lain yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Wahai kawanku selama ini banyak salah yang telah kita perbuat, banyak gurauan kita yang tak pernah kita sadari telah melukai hati mereka, ijinkan tangan ini menjabat tanganmu tuk sekedar mengucapkan kata maaf yang tak seberapa dibandingkan rasa sakitmu yang pernah membekas karena perbuatanku.
Kawanku sudah saatnya kita berpisah, tak ada lagi kegembiraan yang akan kita buat bersama. Sekarang hanya kenangan tentang kegembiraan di masa itu yang bisa kita ingat, mungkin suatu saat kita akan berjumpa lagi dalam suasana yang berbeda, dalam suasana tangis bahagia karena kita dulu pernah berjumpa, pernah merangkai mimpi bersama, satukan langkah demi masa SMA yang indah ini.
Ya Tuhanku sungguh aku belum siap jika hari ini aku akan mengatakan kata perpisahan kepada kawan-kawanku yang telah mengajariku akan banyak hal. Aku tak sanggup jika hari ini aku akan melepas genggaman tangan kalian.
Seketika tangis pecah entah tangis bahagia atau tangis kesedihan. Aku tak ingin melupakan kalian karena kalian begitu hangat dalam dekapanku sampai saat ini. Belum pernah aku menemukan sahabat yang seperti ini yang senantiasa memelukku dalam keadaan apapun juga. Yang menemaniku dikala aku jatuh dan terpuruk. Saat ini juga bukan tangis yang ingin aku ungkapkan tapi kerinduan akan masa lalu yang ingin aku ungkapakan. Mungkin aku hanya dapat mrngungkapkannya lewat tulisan ini. Walaupun tak seberapa tapi inilah yang dapat aku kenang suatu saat nanti. Aku bisa baca di kemudian hari untuk mengenang sahabatku mengenang kawan-kawanku yang pernah bersua menjalin kekerabatan ini.
Ya Tuhanku aku mohon berikan jalan yang terbaik untuk kawan-kawanku. Mudahkan jalan mereka menggapai impian yang mereka cita-citakan. KarenaMulah aku ada saat ini, karenaMulah saat ini kami bisa mengungkapkan hati masing-masing sampai akhirnya kami harus melepaskan jabat erat tangan ini.
Selasa, 27 Maret 2012
Rasanya Baru Kemarin karya Gus Mus
rasanya
baru kemarin bung karno dan bung
hatta
atas nama kita menyiarkan dengan
seksama
kemerdekaan kita di hadapan dunia
rasanya
gaung pekik merdeka kita
masih memantul-mantul
tidak hanya dari mulut-mulut jurkam
pdi saja
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga
tahun lamanya
pelaku-pelaku sejarah yang nista
dan yang mulia
sudah banyak yang tiada
penerus-penerusnya sudah banyak
yang berkuasa
atau berusaha
tokoh-tokoh pujaan maupun
cercaan bangsa
taruna-taruna sudah banyak yang
jadi
petinggi negeri
mahasiswa-mahasiswa yang dulu
suka berdemonstrasi
sudah banyak yang jadi menteri
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad
lamanya
negara sudah semakin kuat
rakyat sudah semakin terdaulat
pembangunan ekonomi kita sudah
sedemikian laju
semakin jauh meninggalkan
pembangunan akhlak
yang tak kunjung maju
anak-anak kita sudah semakin
mekar tubuhnya
bapak-bapak kita sudah semakin
besar perutnya
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga
tahun kita merdeka
kemajuan sudah menyeret dan
mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
kemakmuran duniawi sudah
menutup mata
banyak saudara terhadap
saudaranya
daging sudah lebih tinggi harganya
dibanding ruh dan jiwa
tanda gambar sudah lebih besar
pengaruhnya
dari bendera merah putih dan
lambang garuda
pejuang marsinah sudah berkali-kali
kuburnya digali tanpa perkaranya
terbongkar
preman-preman sejati sudah
berkali-kali
diselidiki dan berkas-berkasnya
selalu terbakar
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad
kita merdeka
pahlawan-pahlawan idola bangsa
seperti diponegoro
imam bonjol dan sisingamangaraja
sudah dikalahkan oleh ksatria baja
hitam
dan kura-kura ninja
banyak orang pandai sudah
semakin linglung
banyak orang bodoh sudah semakin
bingung
banyak orang kaya sudah semakin
kekurangan
banyak orang miskin sudah semakin
kecurangan
rasanya
baru kemarin
banyak ulama sudah semakin dekat
kepada pejabat
banyak pejabat sudah semakin erat
dengan konglomerat
banyak wakil rakyat sudah semakin
jauh dari umat
banyak nurani dan akal budi sudah
semakin sekarat
( hari ini ingin rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
sudahkah kalian
benar-benar merdeka ? )
rasanya
baru kemarin
tokoh-tokoh angkatan 45 sudah
banyak yang koma
tokoh-tokoh angkatan 66 sudah
banyak yang terbenam
rasanya
baru kemarin
negeri zamrud katulistiwaku yang
manis
sudah terbakar habis
dilalap krisis demi krisis
mereka yang kemarin menikmati
pembangunan
sudah banyak yang bersembunyi
meninggalkan beban
mereka yang kemarin mencuri
kekayaan negeri
sudah meninggalkan utang dan lari
mencari selamat sendiri
rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad
kita merdeka
mahasiswa-mahasiswa penjaga
nurani
sudah kembali mendobrak tirani
para oportunis pun mulai
bertampilan
berebut menjadi pahlawan
politisi-politisi pensiunan
sudah bangkit kembali
partai-partai politik sudah
bermunculan
dalam reinkarnasi
rasanya
baru kemarin
tokoh-tokoh orde lama sudah
banyak yang mulai menjelma
tokoh-tokoh orde baru sudah
banyak yang mulai menyaru
rasanya
baru kemarin
pak harto sudah tidak menjadi
tuhan lagi
bayang-bayangnya sudah berani
persi sendiri
mester habibie sudah
memberanikan diri
menjadi presiden transisi
bung harmoko sudah tak lagi
mengikuti petunjuk dan
mendominasi televisi
gus dur muali siap madeg pandita
ustadz amin rais sudah siap jadi
sang nata
mbak mega sudah mulai agak lega
mas surjadi sudah mulai jaga-jaga
( hari ini rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
bagaimana rasanya merdeka )
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga
tahun kita merdeka
para jendral dan pejabat sudah
saling mengadili
para reformis dan masyarakat sudah
nyaris tak terkendali
mereka kemarin yang dijarah
sudah mulai pandai meniru
menjarah
mereka yang perlu direformasi
sudah mulai fasih meneriakkan
reformasi
mereka yang kemarin dipaksa-paksa
sudah mulai berani mencoba
memaksa
mereka yang kemarin dipojokkan
sudah mulai belajar memojokkan
rasanya baru kemarin
orangtuaku sudah lama pergi
bertapa
anak-anakku sudah pergi berkelana
kakakku sudah menjadi politikus
aku sendiri sudah menjadi tikus
( hari ini
setelah lima puluh tiga tahun kita
merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas
belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama )
rasanya baru kemarin
ternyata sudah lima puluh tiga
tahun kita merdeka
( ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa :
merdeka ! )
Sabtu, 17 Maret 2012
Cinta
Rabbi . . .
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
Tabahkan hatinya
Teguhkan imannya
Sucikan cintanya
Lembutkan rindunya
Rabb . . .
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
Penuhi hatinya dengan kasih-Mu
Terangi langkahnya dengan nur-Mu
Bisikkan kedamaian dalam kegalauan
Temani dia dalam kesepian
Rabb. . .
Kutitipkan cintaku pada-Mu untuknya
Resapkan rinduku pada rindunya
Mekarkan cintaku bersama cintanya
Satukan hidupku dan hidupnya
Dalam cinta-Mu
Sebab, sungguh aku mencintainya karena-Mu
Kamis, 15 Maret 2012
Aku
Aku adalah aku
Yang tak berarti siapa-siapa karena akupun bukan siapa-siapa
Tak berharta tak terkenal serta . . . . Hhhhhh
Tak punya apa-apa yang pantas aku banggakan
Aku hanya punya semangat mimpi
Punya impian yang kadang tak masuk akal
Aku hanya bisa menatap ke langit semu kebiruan
Hitam pekat di kala malam
Akupun hanya diam
Diam dalam seribu keinginan
Yang selalu mengisi ruang hatiku
Walau kadang sakit
Aku adalah aku
Seoranh lelaki yang kadang kala putus harapan di tengah kehidupan
Doa Hari Ini
Tuhanku Yang Maha Pengasih
Kumohon umur panjang padaMu
Bukan karena aku tamak hidup di dunia fana ini
Aku hanya ingin menjadi saksi
Bagi banyak peristiwa
Kejatuhan dan kebangkitan
Kekalahan dan kemenangan
Kejayaan dan keruntuhan
Kekayaan dan kemiskinan
Ingin mendengar tawa lepas dan tangis tersendat
Aku hanya ingin menjadi saksi
Bagi banyak peristiwa
Agar aku menjadi betul-betul sadar
Bahwa hidup di dunia memang hanya permainan belaka
Senin, 12 Maret 2012
Berawal dari Blackberry
Sungguh aku tak menyangka ini semua akan terjadi. Sungguh di luar dugaanku. Berawal dari tukeran hape dengan temen malah jadinya aneh. Aku gunakan Blackberry sedangkan temanku gunakan android, seminggu lamanya kami tukeran. Banyak sih yang tak tau kalo kami berdua tukeran hape. Bahkan dua sahabat cewek kamipun tak tau. Baru hari ini mereka tau kalau selama ini kami tukeran hape.
Dua hari terakhir bm -istilah lain dari bbm- semakin ramai saja. Aku menemukan teman baru. Tapi ada yang aneh dengan dia. Baru dua hari saja sudah merasa sangat akrab denganku. Awal mula yang bagus untuk sebuah perkenalakan, pikirku. Tapi lama kelamaan ada sestjatu yang janggal, dia suka sekali berbalas gombalan denganku. Mungkin ini hanya pikiranku saja yang berpikir seperti itu, aku menganggapnya hanya hal biasa. Eh kok kian waktu kian mendalam pula gombalannya, seperti ada keinginan.
Esok hari saat di sekolah, sengaja aku ceritakan semua yang kualami kepada temanku. Kesan pertama setelah mendengarnya, ia langsung kaget, bingung ga karuan. Dia hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuanku yang dianggapnya terlalu berlebih. Di sisi lain aku menganggap itu semua hanya lelucon saja, tak lebih dari itu. Tapi aku juga tak tau isi pikiran si cewek itu, apakah sama denganku atau tidak.
Hari ini setelah hape kami kembali, aku gunakan android lagi. Tiba-tiba pagi tadi ia kirim mention lewat twitter kepadaku. Di nulis : semangat ya mas, tak bantu doa dari rumah ;;)). Sungguh aku tak menyangka ia bakal ngirim mention kepadaku. Sepertinya ia sudah tau kalau aku dah ngga pake BB lagi. Sepulang sekolah, sahabatku iseng buat status di bbm, "liat chat hitorynya entong sama atha romantis tenan". Eh si dia langsung pasang status galau. Aku sampai bingung dengannya, kita tak ada hubungan apapun, ketemu langsung untuk sekedar menyapa saja belum pernah. Kenapa dia sampai bertindak segitunya, aduh pusing ni kepala mikirin hal sepele seperti itu.
Minggu, 11 Maret 2012
Kamis, 08 Maret 2012
Gelapnya Jiwa
Desahan angin membuatku tak kuat lagi
Seperti layaknya hati ini
Kalut akan suasana batin yang tak menentu
Benakku terbang melayang menyusur angkasa
Tapi ragaku masih saja diam
Tak ingin berbuat apapun
Tak ingin segala hal kulakukan
Dalam diamku
Aku berpikir apa yang aku inginkan?
Ini atau itu?
Terlebih lagi saat masalah datang menerpa
Cercaan serta makian menghujam deras
Semakin diam semakin terpuruk
Dalam batas dunia serta maya
Aku tak kuasa menahan tangisan hati
Yang tak sempat keluar lewat mata
Ya memang sengaja kusimpan
Agar kau juga mereka tak tau
Tak ikut merasakan betapa pahitnya
Betapa getirnya perasaanku
Sampai di penghujung pintu
Seberkas sinar nampak terang
Membukakan gelapnya jiwa ini
Rabu, 07 Maret 2012
Cinta Lagi
Entah apa yang terjadi dengan hidupku saat ini, aku merasa bingung akan keadaanku yang seperti ini terus. bahkan akhir-akhir ini terasa begitu mengejutkan setelah terdengar kabar bahwa ada seorang cewek yang suka denganku. aku tak begitu peka terhadap mereka semua yang menaruh perhatian kepadaku. mungkin aku terlalu acuh akan keadaan di sekelilingku sendiri. sampai akhirnya salah seorang teman dekatku mulai melirikku dan menunjukkan tanda-tanda yang aneh. mulai dari tweetnya yang mengarah ke perasaan jatuh cinta, sampai mentionnya kepadaku yang bisa dibilang cari perhatian.
Sampai sahabatku sendiripun merasakan hal itu, perubahan yang begitu cepat ketika ia (cewek itu) telah putus dari pacarnya. cerita demi cerita aku dengarkan dengan seksama agar aku mengerti akan kehadirannya. bukan maksudku untuk mengacuhkannya, ataupun merendahkannya. aku hanya takut bahwa persahabatan antara kami akan berakhir dengan sebuah kebencian satu sama lain akibat dari percintaan ini. dengan sengaja aku mulai sedikit menghindar jika ia mulai beraksi untuk lebih dekat denganku. Dari sentuh tanganku dengan kukunya sampai menggenggam tanganku seutuhnya. sebelum aku merasa bahwa ia menaruh perasaan terhadapku, aku menganggapnya hanyalah gurauan semata. karena hal itu sering kami lakukan berempat bersama dengan sahabatku yang lain. tapi akhir-akhir ini memang sungguh berbeda. Dari sorot matanya seperti ada rasa khawatir terhadapku, jika aku sudah mulai terasa bahwa ada sesuatu yang ia sembunyikan.
Aku benar-benar takut jika suatu saat nanti an jatuh cinta kepadanya, karena aku takut jika kami tak akan bahagia dan alah memperburuk persahabatan kami berempat.memang belum banyak yang tau akan hal karena teman-temankupun menganggapnya hanyalah senda gurau yang biasa aku layangkan kepada sahabatku ini. ohh Tuhan, bantulah aku yang sedang bimbang akan masalah percintaan sahabat ini.
Selasa, 18 Oktober 2011
Senin, 17 Oktober 2011
Francais
![]() |
| page 9 |
![]() |
| page 11 |
![]() |
| page 12 |
![]() |
| page 14 |
![]() |
| page 15 |
![]() |
| page 16 |
![]() |
| page 16a |
![]() |
| page 17 |
![]() |
| page 26 |
![]() |
| page 28 |
![]() |
| page 28a |
![]() |
| page 28b |
![]() |
| page 29 |



























